Jumat, 16 Oktober 2015




  1. BAB 1 PENYESUAIAN MAKHLUK HIDUP
    Perhatikan musang dan ular! Menurut pendapatmu, apakah alasan kedua hewan tersebut bertarung? Musang bertarung untuk memangsa ular, sedangkan ular bertarung untuk mempertahankan diri dari pemangsanya. Musang yang lapar membutuhkan mkan, sementara ular tidak mau dijadikan santapan musang. Terjadilah pertarungan itu. Jika musang memenangkan pertarungan dan ular mati, kebutuhan makan musan terpenuhi. Sebaliknya, jika ular berhasil melarikan diri dengan selamat, berarti ular dapat mempertahankan hidupnya. Dengan demikian, kedua hewan tersebut bertarung untuk mempertahankan hidupnya. Makhluk hidup yang dapat bertahan hidup mempunyai kesempatan untuk berkembang biak. Bagaimankah cara makhluk hidup mempertahan kan hidupnya?
    A.    Penyesuaian Makhluk Hidup untuk Memperoleh Makanan
    Makhluk hidup tinggal dan mencari makan di suatu tempat yang khusus. Tempat makhluk hidup biasa tinggal dan melakukan kegiatan hidupnya disebut habitat. Harimau mempunyai habitat di hutan. Ikan gabus dan mujair mempunyai habitat di air tawar. Ikan hiu,paus, dan lumba-lumba mempunyai habitat di laut. Untuk bertahan hidup, makhluk hidup harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sekitarnya, misalnya dalam hal memperoleh makanan. Penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya sering disebut adaptasi.
    Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi makhluk hidup. Makhluk hidup menyesuaikan alat-alat tubuhnya untuk memperoleh makanan. Oleh karena itu, setiap makhluk hidup mempunyai jenis makanan dan cara-cara tersendiri dalam memperoleh makanan.
    1.       Bangsa Burung (Unggas)
    Bentuk paruh burung pipit berbeda dengan paruh burung elang. Burung pipit mempunyai paruh pendek dan kuat. Bentuk paruh ini sesuai untuk memakan jenis makanan biji-bijian, dengan cara menghancurkan biji tersebut. Burung elang mempunyai paruh yang kuat, tajam, dan melengkung pada bagian ujungnya. Bentuk paruh seperti ini sesuai untuk mencabik mangsanya yang berupa daging. Burung elang menggunakan paruhnya untuk mencabik mangsanya sebelum menelannya. (Bentuk paruh burung berbeda-beda sesuai dengan jenis makanannya dan cara memperoleh makanan).
    Paruh burung pipit berbeda dengan paruh burung elang. Bagaimanakah bentuk kaki kedua burung tersebut? Sama atau berbedakah?
    Bentuk kaki burung pipit berbeda dengan bentuk kaki burung elang. Burung pipit mempunyai bentuk kaki kecil, ramping, serta kuku yang lunak dan runcing pada ujung cakarnya bentuk kaki demikian sesuai untuk bertengger di ranting pohon atau berjalan di atas tanah.
    Burung elang mempunyai kaki dengan cakar yang kuat. Pada ujung cakarnya terdapat kuku yang kuat dan tajam. Bentuk kaki yang demikian sesuai untuk membunuh dan mencengkram mangsanya. Oleh karena kegunaannya berbeda, burung pipit dan burung elang mempunyai bentuk kaki yang berbeda. (Bangsa burung atau unggas mempunyai bentuk kaki yang berbeda sesuai dengan kegunaannya).
    Ayam mempunyai bentuk paruh pendek dan kuat. Bentuk paruh ini sesuai untuk memakan biji-bijian. Kaki ayam mempunyai cakar dengan kuku pendek yang kuat. Bentuk kaki seperti itu sesuai untuk berjalan di tanah dan mengais makanan di tanah.
    Paruh bebek berbentuk seperti sudu, yang tidak cocok untuk mematuk makanan. Bentuk paruh seperti ini sesuai untuk mencari makanan di tempat becek, berlumpur, atau di air. Bebek mencari makanan tidak dengan mematuk, melainkan dengan menyaring air atau lumpur. Jenis makanan bebek yaitu cacing atau hewan-hewan kecil yang berada di dalam lumpur. Kaki bebek mempunyai selaput di antara jari-jari cakarnya dan berbentuk seperti dayung. Kaki yang berselaput ini sesuai untuk berjalan di lumpur atau berenang di air. Oleh karena bentuk kakinya yang seperti dayung, bebek dapat berenang.
    Burung pelatuk mempunyai paruh yang sangat kuat seperti pahat. Dengan paruhnya itu, pelatuk mampu mengelupas kulit kayu untuk membongkar serangga yang hidup di dalam celah dan lubang. Dengan menggunakan lidahnya yang panjang, pelatuk dapat mencari tempayak (larva serangga) yang bersembunyi di dalam lubang.
    Burung pelatuk mempunyai kaki dengan dua cakar menghadap ke depan dan dua cakar menghadap ke belakang. Bentuk kaki seperti ini merupakan suatu bentuk adaptasi yang cocok untuk memanjat permukaan batang pohon yang tegak.
    Burung pelatuk memang tidak sebesar burung rajawali atau burung elang. Namun, ia jago memahat pohon. Paruhnya sangat keras bagai pahat. Burung pelatuk mampu memukul-mukul pohon sebanyak 20 patukan per detik. Suatu kecepatan yang luar biasa. Mengapa kepala burung pelatuk mampu menahan getaran yang begitu hebat? Di dalam kepala burung pelatuk, di antara paruh dan tengkoraknya, terdapat lapisan bahan seperti spons. Lapisan spons ini berguna sebagai peredam kejut saat pelatuk mematuk pohon.
    Bentuk burung kakaktua dan betet mirip dengan kaki pelatuk, yaitu dua cakar menghadap ke depan dan dua cakar menghadap ke belakang. Selain digunakan untuk memnjat, kaki kakaktua dapat digunakan untuk membantuk memegang makanannya. Pernahkah kamu melihat burung kakaktua ata betet? Coba perhatikan cara makannya!
    2.       Serangga
    Salah satu ciri serangga yang paling mudah dikenali yaitu adanya enam buah kaki atau tiga pasang kaki pada badannya. Beberapa contoh serangga yaitu nyamuk, lalat, kupu-kupu, lebah, dan sebagainya. Bagaimanakah hewan-hewan tersebut memperoleh makanan?
    Serangga mempunyai cara tertentu untuk memperoleh makanan. Beberapa contoh serangga yaitu kupu-kupu, nyamuk, lebah, dan lalat. Mulut kupu-kupu mempunyai alat pengisap sehingga dinamakan mulut pengisap. Alat pengisap sari madu ini disebut probosis. Alat pengisap ini merupakan bagian dari bibir kupu-kupu yang telah mengalami perubahan bentuk untuk mencari makanan. Kupu-kupu menggunakan mulut pengisap untuk mengisap sari madu (nektar) pada bunga. Bentuk alat pengisap ini menyerupai belalai yang dapat digulung dan dijulurkan. Saat mengisap nektar, kupu-kupu menjulurkan mulutnya sampai mencapai tempat sari madu, kemudian mengisapnya.
    Nyamuk menggunakan mulut penusuk dan  pengisap untuk mengisap darah manusia. Mulut penusuk dan pengisap ini berasal dari perubahan bagian mulut serangga, yaitu rahang atas dan rahang bawah. Ketika menusuk kulit manusia, nyamuk mengeluarkan air liur. Dengan air liur tersebut, darah menjadi mudah diisap.
    Lebah menggunakan  mulut penjilat untuk menjilat nektar bunga. Alat penjilat ini merupakan perubahan bentuk dari bibir bawah, yaitu suatu bagian dari mulut lebah.
    Lalat rumah mempunyai  alat penyerap pada mulutnya. Di ujung mulut lalat terdapat alat penyerap yang mirip spons (gabus). Alat ini digunakan untuk menyerap makanan, terutam yang berupa cairan.
    3.       Binatang Menyusui (Mammalia)
    Binatang menyusui adalah kelompok hewan yang menyusu pada induk betinanya pada masa bayi. Contoh binatang menyusui yaitu kucing, anjng, harimau, kuda, dan gajah.
    Pada umumnya mamalia yang hidup di darat menggunakan kakinya untuk berjalan. Akan tetapi, pada beberapa hewan dapat memfungsikan kaki depannya seperti tangan. Misalnya untuk menangkap mangsa dan memegang makanan.
    Pada kucing dan harimau kakinya berguna untuk memperoleh makanan. Kucing mempunyai kaki dengan kuku yang runcing, terutama pada kaki depannya.
    Dengan kaki depannya yang berkuku runcing ini, kucing dapat menangkap cecak dan tikus. Kuku pada kucing dapat dilipat atau disarungkan dan dapat dikeluarkan. Ketika akan menangkap mangsa, kukunya dikeluarkan dari sarungnya. Sebaliknya, ketika berjalan kukunya disarungkan dalam sebuah kantong yang terdapat pada telapak kaki sehingga tidak tumpul. Coba perhatikan bagaimana kucing menangkap cecak atau tikus!
    Selain pada kucing dan harimau, kaki depan pada beberapa binatang mengerat juga berguna untuk memegang makanan. Misalnya pada tupai dan tikus. Tupai menggunakan kedua kaki depannya untuk membantu memegang makanannya.
    Pernahkah kamu memperhatikan gajah? Bagaimanakah cara makan hewan tersebut? Gajah mempunyai belalai panjang. Belalai ini merupakan perubahan bentuk dari bibir atas dan hidung. Gajah menggunakan belalainya untuk memegang dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Selain itu, belalai ini juga berguna untuk mengurangi rasa panas tubuhnya. Caranya, gajah mengisap air dengan belalainya kemudian menyiramkan pada tubuhnya.
    Bangsa kera seperti monyet, lutung, kukang, wau-wau, siamang, orangutan, simpase, dan gorila menggunakan kaki dan tangannya untuk memperoleh makanan. Ketika mencari makan hewan-hewan tersebut menggunakan kaki dan tangannya untuk bergelantungan dan memanjat pohon, kemudian memetik buah dan memegangnya. Bahkan beberapa jenis kera berekor panjang, seperti monyet, lutung, kukang, wau-wau, dan siamang menggunakan ekornya untuk bergelantungan di pohon-pohon.
    B.      Penyesuaian Makhluk Hidup untuk Melindungi Diri dari Musuhnya
    Pernahkah kamu melihat adegan tentara brperang di televisi? Ketika berperang di hutan mereka mengenakan pakaian loreng hijau-hitam dan menghias topi baja serta punggungnya dengan daun-daunan. Tahukah kamu tujuannya?
    Selain memerlukan makan, makhluk hidup juga memerlukan rasa aman agar terjaga kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, makhluk hidup harus mampu melindungi diri dari musuhnya. Bagaimana cara hewan melindungi diri dari musuhnya?
    Hewan mempunyai cara-cara tertentu untuk melindungi diri dari musuhnya. Sebagian hewan menggunakan alat tubuhnya untuk melindungi diri dan sebagian lainnya melindungi diri dengan tingkah laku. Bagaimanakah hewan menggunakan alat tubuhnya untuk melindungi diri dari musuhnya? Perhatikan dengan seksama uraian berikut!
    1.       Tanduk yang Kuat dan Runcing
    Beberapa hewan pemakan rumput seperti banteng, sapi, kambing, dan rusa menggunakan tanduknya untuk melindungi diri. Apabila merasa terganggu, hewan-hewan ini akn menyerang dengan tanduknya. Coba sebutkan hewan lainnya yang menggunakan tanduknya untuk melindungi diri dari musuhnya!
    2.       Kuku dan Gigi yang Tajam/Runcing
    Hewan pemakan daging mempunyai kuku dan gigi yang tajam. Selain untuk memperoleh makanan, kukuk dan gigi pada binatang tersebut juga bergunaa untuk melindungi diri. Misalnya ketika kucing diserang musuh, kuku yang dilipat dalam telapak kakinya akan dikeluarkan untuk melindungi diri.
    3.       Bisa atau Cairan Beracun
    Ular, laba-laba, kalajengking, dan lebah mempunyai senjata untuk melindungi diri berupa bisa atau racun. Bisa atau racun dapat digunakan untuk melumpuhkan lawannya. Ular dan laba-laba mengeluarkan bisa melalui gigitan. Beberapa jenis ular, mislnya ular kobra menyemburkan bisa dari mulutnya. Kalajengking dan lebah mengeluarkan bisa atau racun melalui sengatan. Tidak semua ular mempunyai racun. Ada beberapa jenis ular yang tidak beracun. Bagaimanakah jenis ular itu melindungi diri dari musuhnya?
    4.       Sengatan Listrik
    Beberapa hewan yang hidup di air seperti ikan sidat listrik dan ikan pari torpedo melindungi diri dengan sengatan listrik. Ikan sidat memiliki penglihatan yang buruk. Ikan ini memancarkan listrik lemah untuk membantu penglihatannya. Pancaran listrik ini akan dipantulkan kembali oleh benda yang mengenainya dan diterima kembali oleh ikan sidat. Dengan demikian, ikan sidat dapat bergerak tanpa menabrak penghalang sekitarnya. Makanan ikan sidat berupa ikan-ikan kecil. Pancaran listrik ikan sidat mampu melumpuhkan ikan-ikan kecil yang menjadi mangsanya.
    Listrik yang dikeluarkan mempunyai kekuatan 650 V atau kira-kira tiga kali tegangan listrik dirumahmu. Tegangan listrik ini dapat mengakibatkan musuhnya yang cukup besar pingsan. Berhati-hatilah dengan ikan sidat listrik atau ikan pari torpedo!
    5.       Memutuskan Ekornya
    Cecak dan kadal atau bengkarung memutuskan ekornya untuk mengelabuhi musuhnya. Tindakan hewan memutuskan ekornya dinamakan ototomi. Ketika diserang musuh, kadal atau cecak akan memutuskan ekornya. Bagian ekor yang putus dapat bergerak-gerak sehingga mengalihkan perhatian musuhnya. Saat itulah kadal atau cecak melarikan diri. Ekornya yang telah putus dapat tumbuh kembali. Tetapi tidak sepanjang ekornya semula.
    6.       Memanfaatkan Warna Kulit atau Tubuh
    Belalang daun, belalang kayu, ulat, dan kupu-kupu memanfaatkan warna tubuhnya untuk melindungi diri. Agar tidak terlihat oleh musuhnya, hewan itu berlindung pada bagian tanaman yang warnanya sama dengan warna tubuhnya. Belalang daun dan ulat yang warnanya hijau bersembunyi pada daun yang berwarna hijau. Belalang kayu berlindung pada ranting pohon yang warnanya cokelat sesuai dengan warna tubuhnya.
    7.       Mengubah Warna
    Beberapa jenis binatang, seperti bunglon, katak pohon, dan gurita dapat mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungannya. Hewan-hewan tersebut mempunyai kromatofor di laisan kulitnya. Kromatofor adalah sel pembawa pigmen pada binatang yang mengakibatkan hewan tersebut berubah warna. Tindakan hewan mengubah warna kulit atau bulunya untuk melindungi diri dinamakan Mimikri. Mimikri merupakan cara penyamaran hewan agar tidak terlihat oleh musuhnya. Misalnya di daun yang berwarna hijau, bunglon dan katak pohon akan berwarna hijau. Ketika hinggap di batang pohon yang berwarna cokelat, tubuh bunglon dan katak pohon akan berubah menjadi cokelat. Dengan adanya perubahan warna itu, bunglon dan katak pohon tidak terlihat oleh musuhnya.
    Beruang kutub dan kelinci kutub mengubah warna bulunya untuk melindungi diri. Warna bulunya putih seperti salju mengakibatkan beruang kutub dan kelinci kutub tidak dapat dilihat oleh musuhnya. Sebaliknya, pada musim panas hewan-hewan tersebut mengubah bulunya menjadi cokelat sesuai dengan keadaan sekelilingnya yang berwarna cokelat.
    8.       Mengeluarkan Bau Menyengat
    Walang sangit merupakan salah satu hanma padi. Untuk mengusir musuhnya, walang sangit mengeluarkan bau yang menyengat. Selain itu, tius celurut juga mengeluarkan bau untuk mengusir musuhnya.
    9.       Mengeluarkan Cairan Seperti Tinta
    Cumi-cumi hidup di dalam air. Ketika diserang musuhnya, cumi-cumi mengeluarkan cairan hitam seperti tinta kedalam air. Akibatnya, air menjadi gelap sehingga musuh tidak melihatnya. Pada saat itu cumi-cumi berenang menyelamatkan diri. Selain itu, jenis cumi-cumi terbang dapat melarikan diri dari musuhnya dengan cara meluncur seperti roket keluar dari dalam air. Sekali meluncur, cumi-cumi dapat menempuh jarak 45 meter atau lebih.
    10.   Menggulung atau Melipat Tubuhnya
    Lipan dan trenggiling menggulungkan badan menjadi bulat jika mendapat gangguan dari luar. Trenggiling mempunyai semacam sisik yang keras untuk melindungi permukaan tubuhnya. Ketika mendapat gangguan dari hewan lain, trenggiling akan menggulung tubuhnya menjadi bulat. Dengan demikian, bagian perutnya yang lunak akan terlindungi suatu perisai yang sangat keras. Gulungan tubuhnya tidak akan kembali seperti semula jika keadaan sekitarnya belum aman.
    11.   Berlindung dalam Cangkang
    Siput atau keong, bekicot, kura-kura, dan penyu mempunyai “rumah” yang dinamakan cangkang. Cangkang yang terbuat dari zat kapur ini cukup keras dan kuat sehingga dapat digunakan untuk melindungi diri dari musuhnya. Ketika mendapat gangguan, hewan-hewan tersebut memasukkan tubuhnya ke dalam cangkang.
    12.   Kulit yang Berduri
    Landak mempunyai kulit yang berduri dan kaku. Ketika mendapat bahaya, misalnya gangguan dari musuh, landak akan mengembangkan durinya dan berusaha membelakangi musuhnya. Dengan demikian, apabila musuhnya nekat menyerang, dagingnya akan tertancap duri landak yang kaku. Duri ini tidak beracun tetapi cukup membuat lawannya infeksi.
    13.   Berlari Cepat atau Meloncat
    Kijang, rusa, serigala, dan zarafah dapat berlari cepat untuk melepaskan diri dari kejaran musuhnya. Kelinci, katak, dan kanguru meloncat dengan cepat untuk menghindari musuhnya. Coba sebutkan binatang lainnya yang dapat berlari cepat atau meloncat untuk melindungi diri dari musuhnya!
    14.   Berpura-pura Mati
    Hewan-hewan tertentu, seperti kecoak, katak, dan ular tidak berbisa berpura-pura mati untuk mengelabuhi musuhnya. Setelah musuhnya pergi, hewan-hewan tersebut segera lari menyelamatkan diri.
    15.   Berkelompok
    Pernahkah kamu melihat burug pipit atau kutilang terbang berkelompok di udara? Burung-burung itu terbang secara berkelompok untuk melindungi diri dari pemangsanya, misalnya serangan burung elang. Selain bangsa burung, ikan-ikan kecil, zebra dan gajah membentuk kelompok-kelompok untuk menghindari pemangsanya.
    Masih banyak hewan di sekitar kita yang mempunyai cara tersendiri untuk melindungi diri dari musuhnya. Sebutkan contoh hewan lainnya beserta cara melindungi diri dari musuhnya! Diskusikan dengan temanmu!
    C.     Penyesuaian pada Tumbuhan
    Pernahkah kamu melihat tanaman kaktus? Tanaman kaktus mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi terhadap tanah yang kekurangan air. Bagaimana cara tumbuhan menyesuaikan diri atau beradaptasi pada kondisi lingkungan tempat hidupnya?
    Tumbuhan menyesuaikan diri dengan lingkungannya untuk mempertahankan hidupnya. Agar tetap hidup, tumbuhan harus mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi terhadap kondisi lingkungan dan gangguan dari musuhnya.
    Kaktus mempunyai satu akar lurus dan panjang yang jauh masuk ke dalam tanah dan akar-akar samping yang banyak menyebar untuk mengisap air. Keadaan akar yang demikian mengakibatkan kaktus mampu menyerap air walaupun hanya terdapat sedikit air di dalam tanah. Setelah diserap, air disimpan di dalam batang yang dilindungi kulit yang tebal dan berduri. Akibatnya, batang kaktus menggembung. Jika tidak ada hujan, kaktus menggunakan cadangan air yang tersimpan dalam batang. Akibatnya, batang yang semula menggembung membentuk lipatan-lipatan yang dalam. Sebaliknya pada waktu hujan, kaktus dengan cepat dapat menyerap air sehingga batang kaktus menjadi gemuk.
    1.       Penyesuaian Tumbuhan terhadap Kondisi Lingkungannya
    Beberapa tumbuhan dapat bertahan hidup di air atau di daerah kering yang kekurangan air pada musim kemarau. Bagaimanakah cara tumbuhan tersebut menyesuaikan diri dengan lingkungannya?
    Tumbuhan yang hidup di daerah kering harus menghemat pemakaian air. Untuk menghemat pemakaian air, tumbuhan menyesuaikan diri dengan cara mengurangi penguapan. Dengan mengurangi penguapan berarti air yang keluar dari tumbuhan melalui daun menjadi berkurang.
    Beberapa tumbuhan mempunyai cara tersendiri dalam mengurangi penguapan. Pohon jati dan mahoni mengurangi penguapan dengan cara menggugurkan daunnya. Pohon cemara mempunyai daun berbentuk jarum untuk mengurangi penguapan.
    Tanaman kaktus beradaptasi pada daerah kering dengan dua cara. Pertama, mengubah bentuk daunnya menjadi duri. Kedua, batangnya yang berdaging dan berkulit tebal dapat menyimpan air. Pada musim hujan tanaman kaktus menyerap air sebanyak-banyaknya dan disimpan dalam batangnya. Cadangan air ini dapat digunakan ketika musim kering tiba. Tanaman lidah buaya juga beradaptasi pada daerah kering dengan cara menyimpan air pada batangnya.
    Tanaman teratai, eceng gondok, dan kangkung merupakan tanaman yang hidup di air. Bagaimanakah cara tanaman tersebut beradaptasi dengan lingkungan yang berair?
    Tanaman teratai akarnya berada di dasar perairan, sedangkan daunnya yang lebar untuk melepaskan banyak sekali uap air.
    Beberapa tanaman air akarnya tidak menancap di tanah, misalnya tanaman eceng gondok dan kiambang. Kedua tanaman ini hidupnya mengapung di air. Mengapa tanaman tersebut mengapung di air? Tanaman eceng gondok pada seluruh batangnya terdapat rongga udara dan akarnya lebat. Adanya rongga udar pada batang mengakibatkan tumbuhan terapung di air. Sebaliknya akarnya yang lebat berguna sebagai pengimbang agar tanaman tidak terbalik.
    2.       Penyesuaian Tumbuhan untuk Melindungi Diri dari Musuhnya
    Adakah tanaman berduri di sekitarmu? Tahukah kamu guna duri tersebut bagi tanaman?
    Seperti halnya hewan, tumbuhan juga melindungi diri agar tetap hidup dan berkembang biak. Bagaimanakah cara tumbuhan melindungi diri dari musuhnya?
    Amatilah tanaman bunga mawar. Kamu akan menjumpai duri pada batang tanaman tersebut. Duri tersebut berguna untuk melindungi diri dari musuhnya.
    Selain bunga mawar, beberapa tumbuhan lainnya yang melindungi diri dengan duri misalnya bougenvile, salak, durian, nanas, dan sebagainya. Coba sebutkan tumbuhan lainnya yang melindungi diri dengan duri!
    Buah nangka, sawo, dan pepaya ketika masih muda mengandung getah. Bagi tanaman tersebut getah merupakan alat melindungi diri. Mengapa demikian? Dengan adanya getah ini, buah tersebut tidak akan dipetik ketika masih muda. Dengan demikian, memberi kesempatan biji tanaman tersebut menjadi tua sehingga dapat tumbuh jika ditanam. Coba sebutkan tanaman bergetah lainnya!
    Adakah pohon siwalan di sekitar tempat tinggalmu? Pernahkah kamu melihat buahnya? Buah siwalan mirip dengan buah kelapa, tetapuukurannya lebih kecil. Buah siwalan dan kelapa mempunyai kuit yang tebal. Kulit yang tebal ini berguna untuk melindungi diri dari musuhnya. Biji mangga dan gayam juga berkulit tebal. Coba sebutkan tumbuhan di sekitarmu yang mempunyai kulit biji atau kulit buah yang tebal!
    Pada tumbuhan tertentu bulu merupakan senjata ampuh untuk melindung diri. Bulu-bulu ini biasa mengakibatkan gatal-gatal di kulit atau lidah hewan yang memakannya. Contoh tumbuhan yang melindungi diri dengan bulu-bulu yaitu mentimun dan bambu (rebung).
    Beberapa tumbuhan mempunyai rasa tertentu yang berguna untuk melindungi diri. Cabai mempnyai rasa pedas. Mangga, belimbing, dan jambu biji rasanya masam dan sepat ketika masih muda.
    Masih banyak tumbuhan di sekitar kita yang mempunyai alat perlindungan diri yang khusus. Coba sebutkan jenis tumbuhan beserta jenis alat untuk melindungi diri yang ad di sekitarmu! Diskusikan dengan temanmu!
    Macam-macam Penyesuaian Diri Makhluk Hidup (Adaptasi)
    Tentu kamu telah memahami dengan dengan baik bentuk-bentuk penyesuaian diri (adaptasi), bukan? Secara garis besar, adaptasi dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.
    1.       Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh atau alat tubuh terhadap lingkungannya.
    Contoh:
    a.        Adanya perbedaan bentuk paruh dan kaki burung yang sesuai jenis makanan dan cara hidupnya.
    b.      Tipe-tipe mulut serangga sesuai jenis makanannya.
    c.       Perbedaan bentuk daun pada pohon yang hidup di air dan hidup di daerah kering.
    2.       Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi alat-alat tubuh terhadap keadaan lingkungan.
    Contoh:
    a.       Herbivora (kambing dan lembu) mampumencerna makanan dari daun-daunan karena adanya enzim selulase dalam saluran pencernaannya.
    b.      Jika kita berpindah dari tempat yang terang ke tempat yang gelap, sesaat penglihatan kita menjadi tidak jelas. Untuk memulihkan fungsi penglihatan, memerlukan waktu beberapa saat.
    3.       Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian diri dalam bentuk tingkah laku.
    Contoh:
    a.       Cecak dan kadal memutuskan ekornya untuk mengelabuhi musuhnya.
    b.      Bunglon dan gurita mengubah warna kulit tubuhnya untuk menyelamatkan diri.
    c.       Ikan paus sesekali muncul ke permukaan laut untuk mengisap oksigen dan mengembuskan udara yang penuh uap air sehingga terlihat menyemprotkan air.



  2. BAB 1
    SURAT AD-DUHA DAN AL-‘ADIYAT
    Al-qur’an merupakan kitab suci bagi umat islam. Membacanya termasuk benila ibadah. Rasulullah saw. Bersabda, “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-qur’an seperti utrujah, yaitu harum baunya dan manis rasanya. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-qur’an adalah seperti tamrah, yaitu tidak ada baunya, tetapi manis rasanya. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-qur’an adalah seperti raihanah, yaitu harum baunya, tetapi pahit rasanya. Perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-qur’an adalah seperti hunzalah, yaitu tidak ada baunya dan pahit rasanya.” (H.R Bukhari dan Muslim)
    A.     Surat Ad-Duha
    Surat Ad-Duha terdiri atas sebelas ayat. Surat ini tergolong dalam surat makiyah yang diwahyukan setelah Surat Al-fajr. Ad-Duha berarti waktu matahari sepenggalan naik. Surat ini menjelaskan tentang bimbingan dan pemeliharaan Allah swt, terhadap Nabi Muhammad saw, serta mengandung perintah agar beliau dan umatnya selalu mensyukuri nikmat-Nya.
    1.      Membaca Surat Ad-Duha
    Sebagai umat islam, kita hendaknya selalu senang dan membiasakan diri untuk membaca Al-qur’an. Dengan membacanya, kita akan mengetahui lebih jauh apa yang terdapat di dalamnya. Marilah kita baca Surat ad-Duha berikut ini dengan tartil!
    بِسْمِ اللّهِ الرَّ حْمنِ الرَّ حِيْمِ
    وَالضُّحى ۞ وَالَّيْلِ اِذَا سَجى ۞ مَاوَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَاقَلى ۞ ولَلْاخِرَةُ خَيْرٌلَّكَ مِنَ الْاُوْلى ۞ وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضى ۞ اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًافَاوى ۞ وَوَجَدَكَ ضَآلًّافَهَدى ۞ وَوَجَدَكَ عَآ ئِلًا فَاَغْنى۞ فَاَمَّاالْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْ ۞ وَاَمَّاالسَّآ ئِلَ فَلَا تَنْهَرْ ۞ وَ اَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ۞
    2.      Mengartikan Surat Ad-Duha
    Setelah mengetahui arti kata per kata, artikan Surat Ad-Duha secara keseluruhan di bukumu. Kemudian, cocokkan dengan arti dibawah ini!
    a.      Arti surat Ad-Duha
    Secara keseluruhan, arti Surat Ad-Duha adalah sebagai berikut.
    Dengan Menyebut Nama Allah, Maha Pengasih Maha Penyayang.
    1)      Demi waktu matahari sepenggalan naik,
    2)      Dan Demi malam apabila telah sunyi,
    3)      Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu,
    4)      Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan.
    5)      Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.
    6)      Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu.
    7)      Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.
    8)      Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
    9)      Adapun terhadap anak yatim, janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.
    10)  Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.
    11)  Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya(bersyukur).
    b.      Kandungan Surat Ad-Duha
    Dalam Surat Ad-Duha, terkandung beberapa maksud, di antaranya adalah sebagai berikut.
    1)      Allah swt. Sekali-kali tidak akan meninggalkan nabi Muhammad saw.
    2)      Allah swt. Memberikan isyarat kepada Nabi Muhammad saw, bahwa kehidupan dan dakwahnya akan berkembang dengan baik.
    3)      Allah swt. Melarang menghina anak yatim dan menghardik peminta-minta.
    4)      Allah swt. Memerintahkan untuk selalu menyebut-nyebut nikmat yang telah diberikan-Nya sebagai rasa syukur kepada-Nya.
    3.      Menyalin Surat Ad-Duha
    Setelah membaca dan mengartikan Surat Ad-Duha, alangkah baiknya kalau kita juga bisa menuliskannya secara baik dan benar. Untuk dapat menulis secara baik dan benar, kita harus berlatih menulis. Perhatikan panjang pendek dan harakat yang ada!
    Jika hal ini tidak diperhatikan, bisa jadi terjemahannya akan berubah. Perhatikan dengan seksama tulisan Arab Surat Ad-Duha di atas. Kemudian, salinlah kedalam bukumu dengan benar! Apabila mengalami kesulitan, mintalah bimbingan kepada Bapak atau Ibu Gurumu!
    B.      Surat Al-Adiyat
    Surat Al-Adiyat terdiri atas sebelas ayat. Surat ini termasuk surat makiyah dan diturunkan sesudah Surat Al-Asr. Nama Al-Adiyat diambil dari ayat pertama yang berarti kuda perang yang berlari kencang.
    1.      Membaca Surat Al-Adiyat
    Al-qur’an adalah salah satu mukjizat Nabi Muhammad saw. Apabila Al-qur’an dibaca dengan baik dan  benar, ia akan mendatangkan ketenangan dan ketenteraman hati bagi para pembacanya serta di akhirat akan menjadi syafaat, sebagaimana Rasulullah saw, bersabda yang artinya, “Bacalah Al-qur’an! Sesungguhnya ia akan datang besok pada hari kiamat sebagai syafaat bagi para pembacanya”. (H.R Bukhari dan Muslim)
    Marilah kita baca Surat Al-Adiyat berikut ini dengan tartil!
    بِسْمِ اللّهِ الرَّ حْمنِ الرَّ حِيْمِ
    وَالْعدِ يتِ ضَبْحًا۞فَالْمُوْ رِيتِ قَدْ حًا ۞فَالْمُغِيْرتِ صُبْحًا ۞فَاَثَرْنَ بِه نَقْعًا ۞فَوَ سَطْنَ بِه جَمْعًا ۞اِنَّ الْاِنْسَا نَ لِرَبِّه لَكَنُوْدٌ ۞وَاِنَّهُ عَلى ذلِكَ لَشَهِيْدٌ ۞وَاِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌ ۞اَفَلَا يَعْلَمُ اِذَا بُعْثِرَمَافِى الْقُبُوْرِ ۞وَحُصِّلَ مَا فِى الصُّدُوْرِ ۞اِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّخَبِيْرِ ۞
    2.      Mengartikan Surat Al-Adiyat
    Setelah mengetahui arti kata per kata dalam Surat Al-Adiyat, artikan secara keseluruhan di bukumu. Kemudian, cocokkanlah dengan arti berikut ini!
    a.      Arti Surat Al-Adiyat
    Secara keseluruhan terjemahan dari Surat Al-Adiyat adalah sebagai berikut.
    Dengan nama Allah, Maha Pengasih  Maha Penyayang.
    1)      Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,
    2)      Dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),
    3)      Dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba pada waktu pagi,
    4)      Maka ia menerbangkan debu,
    5)      Dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
    6)      Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya,
    7)      Dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,
    8)      Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.
    9)      Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,
    10)  Dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,
    11)  Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.
    b.      Kandungan Surat Al-Adiyat
    Dalam Surat Al-adiyat terkandung beberapa pengertian, diantaranya adalah sebagai berikut.
    1)      Allah swt. Mengancam orang-orang yang ingkar terhadap nikmat-Nya.
    2)      Allah swt. Mengancam orang-orang yang bakhil terhadap harta yang dimilikinya.
    3)      Segala amal manusia di dunia akan ditampakkan besok ketika dibangkitkan dari kubur.
    4)      Manusia akan mendapat balasan yang setimpal dengan amal perbuatannya di dunia.
    3.      Menyalin Surat Al-Adiyat
    Setelah membaca dan mengartikan Surat Al-Adiyat, salinlah tulisan Surat Al-Adiyat di atas ke dalam bukumu dengan benar sesuai panjang pendek dan harakatnya. Apabila ada keraguan atau kekurangjelasan, mintalah penjelasan kepada Bapak atau ibu Gurumu!
    ------------------------------------------------------SEKIAN --------------------------------------------